Catatan Yang Pernah Terlintas di Kepala

Pura Ulun Danu Beratan

Pura Ulun Danu Beratan

Pura Ulun Danu Beratan adalah salah satu pura yang sangat terkenal di Bali yang umurnya sudah 300 tahun lebih, pura ini berfungsi sebagai tempat penghormatan untuk Dewi Danu, dewi air, danau dan sungai dan Bhatara di Pucak Mangu. Nama Pura Ulun Danu Beratan dibagi menjadi dua suku kata yaitu ‘Ulun‘ yang dalam bahasa Indonesia berarti hulu  dan ‘Danu‘ berarti Danau. Jadi pura ulun danu bisa diartikan sebagai pura yang letaknya di hulu danau yaitu danau beratan.

Sejarah berdirinya Pura Ulun Danu Beratan terdapat pada Lontar Babad Mengwi, Disebutkan ketika pendiri Kerajaan Mengwi bernama I Gusti Agung Putu atau yang dikenal dengan julukan Tjokorda Sakti Blambangan kalah perang melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng atau Kyai Ngurah Kekeran. Sebagai tawanan, beliau diserahkan kepada I Gusti Ngurah Tabanan kemudian diserahkan ke patih Marga bernama I Gusti Bebalang.

Untuk dapat bangkit dari kekalahan, I Gusti Agung Putu bertapa di puncak Gunung Mangu sampai beliau mendapat pencerahan disana. Beliau kemudian turun gunung, mendirikan istana Belayu (Bala Ayu), kembali berperang melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng dan menang. Dari kemenangan itu istana dipindahkan ke Bekak dengan nama Puri Kaleran. ditempat ini kemudian I Gusti Agung Putu mendirikan tempat pemujaan Taman Ganter dengan istana bernama Kawiapura. setelah berkali-kali menang perang, termasuk membantu Raja Tabanan melawan musuhnya, seiring dengan berdirinya Kerajaan Mengwi, beliau mendirikan tempat pemujaan di tepi danau Beratan untuk memuja Batara di Pura Puncak Mangu.

Dalam lontar tersebut tidak disebutkan kapan beliau mendirikan Pura Ulun Danu Beratan, namun yang terdapat dalam lontar itu adalah pendirian Pura Taman Ayun yang upacaranya dilaksanakan pada hari Anggara Kliwon Medangsia tahun Saka Sad Bhuta Yaksa Dewa yaitu tahun caka 1556. Berdasarkan uraian dalam lontar Babad Mengwi tersebut dapat diketahui bahwa Pura Ulun Danu Beratan didirikan sebelum tahun saka 1556, oleh I Gusti Agung Putu. Semenjak pendirian pura tersebut termasyurlah kerajaan Mengwi, dan I Gusti Agung Putu diberi gelar “I Gusti Agung Sakti”.

Repost @calonarangtaksu

Silahkan Berkomentar